Ketika melakukan pengukuran atau menentukan kaki-kaki transistor, kita kadang menggunakan AVO digital atau yang analog. Nah, saya mengalami kebingungan ketika hasilnya berbeda. Yang saya tangkap, pengukuran transistor dengan AVO digital dan analog hasilnya berkebalikan. :O Saya tidak tahu apakah AVO saya rusak atau memang begitu dari pabriknya. Namun dalam perkembangannya kini avometer atau multimeter juga bisa untuk mengukur frekuensi, temperatur dan lain sebagainya. Jadi alat ukur ini kini lebih cocok disebut multimeter ya daripada avometer. Bedasarkan hasil ukurnya multimeter ini dibedakan menjadi 2 kategori atau jenis ,yaitu : multimeter digital dan multimeter analog. Mengukur tegangan listrik menggunakan multimeter dapat dilakukan dengan memilih fungsi voltmeter pada multimeter. Tegangan listrik terbagi dalam 2 jenis yaitu tegangan listrik searah (DC: Direct Current) dan tegangan listrik bolak-balik (AC: Alternating Current). Untuk mengukjur tegangan listrik DC dan AC multimeter menyediakan fungsi berbeda Avometer berasal dari kata AVO dan meter, dimana AVO sendiri merupakan singakatan dari A (Ampere) yang berarti arus listrik, V (Voltage) yang berarti tegangan, dan O (Ohm) yang berarti hambatan. Berdasarkan fungsi dan cara kerjanya, Avometer terbagi lagi menjadi dua macam yaitu Avometer digital dan Avometer analog. Perbedaan multimeter analog dengan multimeter digital terletak pada cara penggunaannya dan membaca nilai hasil pengukuran pada displaynya. Pada multimeter analog untuk menujukan hasil pengukurannya dengan cara melihat jarum pada display multieter analog, sedangkan pada multimeter digitak hasil pengukurannya dalam bentuk digit atau angka. wMibAut.

cara gunakan avometer digital